RMK MENENTUKAN JENIS BISNIS YANG SESUAI DENGAN BAKAT DAN KEAHLIAN


KEWIRAUSAHAAN
MENENTUKAN JENIS BISNIS YANG SESUAI DENGAN BAKAT
DAN KEAHLIAN

   


Oleh:
               Ni Luh Junia Purnami                                          1417051041
                   I Putu Agus Kirana Putra                                    1417051135
                   Luh Ayu Puspa Dewi                                            1417051223
                   Ni Nyoman Erni Yanuar Paramita                     1417051011
                   Nengah Wiwik Parmini                                        1417051123
                   Rhecha Oktafiani                                                  1417051114
                   I Made Deva Pdw.                                                 1417051298

                         
JURUSAN AKUNTANSI PROGRAM S1
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2017


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Menentukan Jenis Bisnis yang Sesuai dengan Bakat dan Keahlian” tepat pada waktunya. Tujuan dibuatnya makalah ini guna melengkapi tugas kami dalam mata kuliah Kewirausahaan.
Dalam  penyusunan makalah ini, kami mendapat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak demi kelancaran penyusunan makalah ini. Untuk itu, melalui kesempatan ini kami menyampaikan rasa terimakasih untuk semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu kepada dosen pengampu, kami meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah kami di masa yang akan datang.
                                                                         
Singaraja, 13 Mei 2017

                                                                          Penulis









DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.......................................................................................    i
KATA PENGANTAR ....................................................................................   ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN..............................................................................   1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................   1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................   1
1.3 Tujuan ......................................................................................................   1
BAB II. PEMBAHASAN...............................................................................   2
2.1 Pengertian Vocational Enterpreunership ...................................................   2
2.1.1 Faktor Pendorong Enterpreunership ...............................................   4
2.1.2 Faktor Penghambat Enterpreunership .............................................   4
2.2 Menemukan Peluang Bisnis dari Minat Bukan Orang Lain.......................
2.3 Berbagai Bidang Keahlian Kejuruan .........................................................   5
2.3.1 Akuntansi .........................................................................................   5
2.3.2 Administrasi Perkantoran/Sekretaris ................................................   5
2.3.3 Multimedia .......................................................................................   5
2.3.4 Pemasaran ........................................................................................   5
2.3.5 Usaha Jasa Perjalanan ......................................................................   5
2.3.6 Produksi Grafika ..............................................................................   6
2.4 Menemukan Karakter Bisnis Anda – Temukan dalam Diri Anda..............
2.5. Hubungan Antara Bidang Keahlian Dan Bakat Dengan Jenis Usaha ......   6

BAB III. PENUTUP .......................................................................................  10
3.1 Kesimpulan............................................................................................... 10
3.2 Saran......................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Peningkatan mutu pendidikan tidak dapat ditentukan dalam waktu yang singkat, merupakan suatu proses kreasi yang memerlukan waktu panjang. Apa yang ada sekarang adalah ‘buah’ dari upaya/usaha pada masa lampau. Pada catatan sejarah akan tertulis: Apakah kita berada pada posisi ‘pemerhati’, ‘pengamat’, atau ‘sebagai bagian dari pelaku torehan sejarah’.
Kita tidak mungkin memutar ‘jam waktu’ untuk kembali ke sejarah masa lampau, namun kita dapat mengingat bahwa kekeliruan dari ‘sejarah masa lampau’ harus dibayar mahal oleh beberapa pelaku di generasi kedepannya. Dan yang terpenting, melalui sejarah masa lampau akan senantiasa memacu kita untuk memperbaiki kondisi yang ada dimasa sekarang dan merencanakan kembali untuk menentukan langkah di masa yang akan datang.

1.2    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan beberapa permasalahan yaitu:
1.    Apa yang dimaksud dengan Vocational Enterpreunership ?
2.    Bagaimana cara menemukan peluang bisnis dari minat bukan orang lain ?
3.    Apa saja bidang-bidang keahlian kejuruan ?
4.    Bagaimana cara menemukan karakter bisnis anda ?
5.    Bagaimana hubungan antara bidang keahlian dan bakat dengan jenis usaha?




1.3    Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
1.    Untuk mengetahui pengertian dari Vocational Enterpreunership.
2.    Untuk mengetahui cara menemukan peluang bisnis dari minat bukan orang lain.
3.    Untuk mengetahui bidang-bidang keahlian kejuruan.
4.    Untuk mengetahui cara karakter bisnis anda
5.    Untuk mengetahui hubungan antara bidang keahlian dan bakat dengan jenis usaha.
























BAB II
PEMBAHASAN
2.1    PENGERTIAN VOCATIONAL ENTERPREUNERSHIP
Kata entrepreneur berasal dari bahasa Prancis, entreprendre, yang sudah dikenal sejak abad ke 17, yang berarti berusaha. Dalam hal bisnis, maksudnya adalah memulai sebuah bisnis. Kamus Merriam-Webster menggambarkan definisi entrepreneur sebagai seseorang yang mengorganisir dan menanggung risiko sebuah bisnis atau usaha.
Menurut Thomas W. Zimmerer (2008), entrepreneurship adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari. Menurut Andrew J. Dubrin (2008) entrepreneur adalah seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif. Istilah entrepreneurship (kewirausahaan) pada dasarnya merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya.
Entrepreneurship adalah segala shal yang berkaitan dengan sikap, tindakan dan proses yang dilakukan oleh para entrepreneur dalam merintis, menjalankan dan mengembangkan usaha mereka. Entrepreneurship merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. Dari pandangan para ahli dapat disimpulkan bahwa entrepreneurship adalah kemampuan dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan sebagai dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan siasat, kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.
Entrepreneurship secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah entrepreneurship sendiri telah dikenal sejak abad ke-17, sedangkan di Indonesia istilah entrepreneurship baru dikenal pada akhir abad ke-20.  Beberapa istilah entrepreneurship seperti di Belanda dikenal dengan ondernemer, dalam bahasa Prancis dikenal dengan istilah entreprendre, dalam bahasa jerman entrepreneur disebut dengan unternehmer, turunan dari kata unternehmen yang diartikan menjalankan, melakukan dan berusaha.
Pendidikan entrepreneurship mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan entrepreneurship atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan entrepreneurship. Di Indonesia, entrepreneurship dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman entrepreneurship baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat entrepreneurship menjadi berkembang.
Kecakapan vokasional mempunyai dua bagian, yaitu: kecakapan vokasional dasar (basic vocational skill) dan kecakapan vokasional khusus (occupational skill) yang sudah terkait dengan bidang pekerjaan tertentu.
1      Kecakapan dasar vokasional, mencakup antara melakukan gerak dasar, menggunakan alat sederhana diperlukan bagi semua orang yang menekuni pekerjaan manual (misalnya palu, obeng dan tang), dan kecakapan membaca gambar sederhana. Di samping itu, kecakapan vokasional dasar mencakup aspek sikap taat asas, presisi, akurasi dan tepat waktu yang mengarah pada perilaku produktif .
2      Kecakapan   vokasional  khusus,  hanya  diperlukan   bagi   mereka yang akan menekuni pekerjaan yang sesuai. Misalnya menservis mobil bagi yang menekuni pekerjaan dibidang otomotif, meracik bumbu bagi yang menekuni pekerjaan dibidang tata boga, dan sebagainya.
Namun demikian, sebenarnya terdapat satu prinsip dasar dalam kecakapan vokasional, yaitu menghasilkan barang atau menghasilkan jasa. Kecakapan akademik dan kecakapan  vokasional sebenarnya  hanyalah penekanan. Bidang   pekerjaan   yang   menekankan   keterampilan   manual,   dalam   batas   tertentu   juga memerlukan kecakapan akademik. Demikian sebaliknya, bidang pekerjaan yang menekankan kecakapan akademik, dalam batas tertentu juga memerlukan kecakapan vokasional.
2.1.1   Faktor Pendorong Entrepreneurship
Antonic (2007) yang dikutip Budiharjo (2011) menyebutkan antesenden entrepreneurship dibagi menjadi dua yaitu lingkungan (environment) dan organisasi (organization).
1      Faktor lingkungan yang positif meliputi dinamisme peluang teknologi, pertumbuhan industry, dan permintaan untuk produk baru, sedangkan antesenden untuk lingkungan yang tidak dikehendaki meliputi perubahan yang tidak dikehendaki dan persaingan yang tinggi.
2      Dari sisi organisasi, karakteristik organisasi yang dapat mendorong entrepreneurship adalah system terbuka, kendali formal pada aktivitas entrepreneurship, pemindahan intensif pada lingkungan, dukungan organisasional, dan nilai-nilai perusahaan. Dalam penelitiannya, Antonic (2007) membuktikan bahwa entrepreneurship berkorelasi secara positif dengan pertumbuhan (company growth), dan dibuktikan pula bahwa dimensi lingkungan dan karakteristik organanisasi (organization characteristics) berkorelasi positif dengan entrepreneurship.
2.1.2   Faktor Penghambat Entrepreneurship
Eesley dan Longenecker (2006, dikutip oleh Budiharjo, 2011) mengemukakan 10 hambatan utama dalam entrepreneurship meliputi :
1.         Menghukum kesalahan yang disebabkan oleh tindakan risk taking.
2.         Gagasan-gasasan tanpa tindak lanjut.
3.         Tidak ada dorongan entrepreneurship.
4.         Unhealthy politicking dalam organisasi.
5.         Komunikasi yang buruk antar karyawan dan juga pada pelanggan.
6.         Karyawan tidak didorong berpikir untuk mencari peluang.
7.         Misi, sasaran perusahaan tidak jelas.
8.         Kurang dukungan manajemen.
9.         Penghasilan keputusan beresiko yang tidak diberi reward.
10.    Keterbatasan waktu dan sumber daya.

2.2    MENEMUKAN PELUANG BISNIS DARI MINAT BUKAN MELIHAT ORANG LAIN
Agar bisa mencapai kesuksesan dalam mengubah peluang menjadi sebuah peluang emas, kita harus memulainya dari MINAT. Dengan memiliki minat di sektor bisnis yang tepat dengan sebuah INDUSTRI maka itulah yang disebut BISNIS. Kemudian kita harus menguasai PANGSA PASARnya agar peluang kita memiliki nilai jual yang tinggi guna memenuhi kebutuhan pasar yang kosong.
a.       Langkah Pertama : TENTUKAN DARI MANA MULAI MENEMUKAN SEBUAH SUMBER PELUANG
Kita tahu bahwa sumber peluang yang paling potensial adalah diri sendiri dan salah satu pijakan awalnya adalah minat sendiri. setelah mengetahui pijakan awal, maka mulailah melakukan riset dan trial untuk menemukan kekuatan peluang di segmen yang tepat.
b.      Langkah Kedua : TEMUKAN DI SEKTOR MANA MASUK
Kekuatan peluang itu bertumpu pada kekuatan sektor bisnis yang tepat sehingga harus benar-benar memilih sesuai dengan minat dan kekuatan sebuah bisnis yang tepat adalah kekosongan pasarnya.
c.       Langkah Ketiga : BERDAYAKAN KEKUATAN PRODUK AGAR PUNYA NILAI JUAL
Jika peluang yang bagus dan tepat untuk mengisi kekosongan pasar tidak mempunyai nilai jual yang tinggi, maka peluang itu hanyalah sekedar impian. Oleh karena produk itu tidak akan laku di pasaran (tidak memenuhi kebutuhan dan tren pasar).hal ini merupakan sebuah proses yang sangat penting dari tahapan di atas.
d.      Langkah Keempat : EVALUASI DAN BERDAYAKAN PELUANG MENJADI PRODUK (BISNIS)
Sebagai langkah terakhir untuk memanfaatkan peluang yaitu dengan mengevaluasi dan menganalisa faktor keberhasilan dan faktor kegagalan peluang bisnis  dan kembangkan menjadi sebuah produk untuk memulai bisnis yang potensial.

2.3    BERBAGAI BIDANG KEAHLIAN KEJURUAN
2.3.1   Akuntansi
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan. Dalam jurusan ini, kita dituntut dapat bekerja sama dengan relasi lain, bekerjasama dengan sosial yang berbeda.
2.3.2   Administrasi Perkantoran/Sekretaris
Jurusan ini akan selalu dibekal dengan keterampilan yang baik seperti mengetik sepuluh jari buta tanpa lihat di keyboard, stenografi, k3, kearsipan, korespondensi, dengan ditunjang oleh penguasaan bahasa Inggris dan kepribadian yang baik secara professional di bidangnya.
2.3.3   Multimedia
Lulusan dalam jurusan ini diharapkan dapat menjadi tenaga programmer tingkat menengah dengan penguasaan software pemrograman berbasis database dan internet. Dengan penguasaan bidang teknologi informasi, kita dapat lebih mudah mencari pekerjaan dalam lapangan kerja.
2.3.4   Pemasaran
Mempersiapkan jiwa yang kuat untuk menjadi tenaga-tenaga PR yang dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan bidang PR dan Marketing, komunikasi negosiasidan transaksi serta mampu mengoperasikan penjualan dilokasi.
2.3.5   Usaha Jasa Perjalanan
Keberhasilan pariwisata Indonesia akan sangat ditentukan oleh adanya kelancaran transportasi, akomodasi, dan kenyamanan para pengguna (wisatawan lokal dan mancanegara) selama melakukan perjalanan wisatanya. Dalam jurusan ini mempersiapkan tenaga professional dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat perencanaan dan manajemen perjalanan wisata, reservasi, marketing, pemanduan wisata, dengan dibekali penguasaan teknologi informasi, bahasa Inggris dan Jepang.

2.3.6   Produksi Grafika
Program keahlian yang mempersiapkan siswa menjadi terampil di bidang teknik produksi grafika (percetakan) mencakup penguasaan berbagai jenis mesin dalam industri percetakan.
2.4 MENEMUKAN KARAKTER BISNIS ANDA-TEMUKAN DALAM DIRI ANDA (AKU)
Banyak pengusaha dan pebisnis muda mengawali bisnis mereka dari posisi yang salah atau kurang tepat. Anda mungkin memulai dengan melihat orang lain yang telah sukses dibidang tertentu, namun hal itu tidak menjamin anda juga akan sukses karena anda bukan dia dan bisnis anda bukanlah bisnisnya.
Jangan menjiplak orang lain karena itu tidak benar
Setiap orang memiliki kekuatan yang berbeda, unik dan tidak sama. “be yourself” apapun kata orang janganlah anda melihat bahwa bisnis orang lain yang sukses dapat ditiru dengan mudah seperti mesin fotokopi.
Banyak orang di dalam memulai sebuah usaha meniru bisnis orang lain dan yang sering terjadi adalah mereka gagal. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan karakter atau personalitas, kondisidansituasi. Mulailah segala hal dari diri anda sendiri.
Memahami karakter bisnis anda
Berdasarkan cara berkomunikasi, manusia di golongkan menjadi 2 yaitu extrovert dan introvert. Extrovert adalah orang-orang yang cenderung suka berbicara sedangkan introvert adalah orang-orang yang cenderung senang mendengar dan memahami orang lain.
Berdasarkan pola piker dan respon dalam berpikir, menganalisa dan bertindak terhadap suatu hal, manusia di golongkan juga menjadi 2 yaitu logic, orang yang responsive dan empatic, orang yang receptive seperti yang tampak pada gambar berikut :


Dalam dunia bisnis, ada 4 jenis tipe personality manusia yang juga mengakibatkan empat personality yang berbeda pula yaitucontroller, facilitator, advocator dan analytic.


1.      Controller
Seorang controller memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
-          Pembawaannya kuat-dominasi kuat, system dan aturan jelas.
-          Popular- ambisius, suka variasi, bosan
-          Orientasi hasil- memiliki kemauan yang keras
-          Menyukai tantangan, bersedia bekerja keras, tidak begitu suka berbicara, cepat dan praktis
-          Dalam melihat risiko bersifat “spekulatif”
2.      Facilitator
Ciri-ciri seorang facilitator yaitu :
-          Bekerja karena pengakuan (ingin menjadi orang yang penting)
-          Kurang waspada akan hasil akhir
-          Mencari pengaruh
-          Tenaga ahli- pekerja kuat
-          Cenderung menghindari risiko
3.      Advocator
Ciri seorang advocator yaitu :
-          Extrovert
-          Pandai bergaul
-          Easy going dan pemimpi
-          Ramah dan simpatik
-          dalam melihat risiko bersifat “consultative” (menentukan keputusan setelah melihat pertimbangan orang yang dianggap dekat)
4.      Analytic
-          Konvensional, pemikir, formal
-          Teliti, hati-hati dan bimbang
-          Introvert, susah bersosialisasi, membatasi diri, perenung
-          Pendiam, pemikir dan perfectsionis
-          Dalam melihat risiko bersifat kalkulatif (memperhitungkan untung rugi terlebih dahulu)
Dalam dunia bisnis, karakter kuat yang dimiliki seseorang di dalam memandang dan menilai suatu risiko serta tantangan merupakan faktor yang sangat penting di dalam menentukan karakter bisnis dan cara memulai sebuah bisnis. Biasanya faktor ini berpengaruh pada cara pandang seseorang dalam berfilosofi tentang entrepreneurship yaitu :



Jenis bisnis berdasarkan karakter kuat seseorang
                 Ada empat jenis karakter kuat yang merupakan penggabungan dua jenis karakter manusia yaitu :
1.      Controller advocator
2.      Analytic facilitator
3.      Advocator facilitator
4.      Controller analytic
Untuk itu, cobalah anda cocokkan karakter apa yang cocok seperti :
1.      Pemikir (analytic controller)
2.      Pembicara (Controller advocator)
3.      Penncipta (advocator-facilitator)
4.      Pengorganisasian (facilitator analytic)

2.5 HUBUNGAN ANTARA BIDANG KEAHLIAN DAN BAKAT DENGAN JENIS USAHA
Dalam setiap bidang, pasti selalu mengaitkan keahlian seseorang dengan bakat. Jika seseorang mampu melakukan sesuatu hal dengan baik, maka orang tersebut akan berpendapat bahwa yang bersangkutan memang berbakat dalam bidang tersebut dan bisa di aplikasikan ke dalam jenis usaha, maka orang tersebut akan sukses untuk mengembangkan bisnisnya, sedangkan jika sesorang tidak mampu menunjukan kualitas karyanya, maka orang akan berpendapat bahwa yang bersangkutan tidak mempunyai bakat.

Pengertian Keahlian Kewirausahaan
Keahlian kewirausahaan adalah kemampuan yang akan menyukseskan atau menggagalkan bisnis anda. Memiliki keahlian ini sejak dari awal akan mengurangi rintangan anda dalam memulai karir baru sebagai seorang pengusaha. Keahlian kewirausahaan harus dimiliki oleh seorang yang akan memulai suatu usaha, agar kegiatan usahanya teratur dan bisa berhasil. Karena keberhasilan suatu usaha tergantung oleh keahlian manajer dalam perusahaan tersebut.
Berikut ini adalah beberapa keahlian wirausaha yang perlu anda miliki untuk kesuksesan bisnis anda:
1.    Jadilah seorang generalis
Anda tidak harus menguasai satu bidang secara tuntas, tapi kita harus cukup fleksibel untuk mengetahui setiap aspek dari dasar-dasar bisnis dan bagaimana setiap hal saling berhubungan satu sama lain.
2.    Kemampuan manajerial dan kemampuan administratif
Kebanyakan bisnis besar mempekerjakan ratusan dan bahkan ribuan karyawan dengan spesialisasi mereka masing-masing. Lupakan dulu hal tersebut jika anda memulai bisnis dari nol seperti kebanyakan pengusaha sukses memulai bisnis mereka. Bahkan menyewa seorang asisten adalah cukup mahal bagi anda yang baru memulai bisnis.
Jadi dasar keahlian wirausaha yang perlu anda miliki pertama kali adalah keahlian administratif untuk mengelola pendapatan dan pengeluaran bisnis. Selain itu, kita memerlukan keahlian manajerial untuk mengendalikan setiap situasi yang terjadi ketika kita mulai menjalankan bisnis kita.
3.    Keahlian perencanaan
Perencanaan adalah keahlian penting yang harus anda miliki sebagai seorang pengusaha. Diantaranya adalah mengelola manajemen waktu sehingga waktu tidak terbuang percuma ketika banyak hal yang harus diselesaikan.
4.    Keahlian manajemen keuangan
Saat kita memutuskan untuk menjalankan bisnis bukan hanya sebagai suatu sarana mewujudkan keinginan menjadi seorang pengusaha tapi juga untuk mendapatkan sejumlah uang, tentunya harus mengasah keahlian manajemen keuangan. Salah satu keahlian penting yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha adalah kemampuan untuk mengelola keuangan agar kita mempunyai cukup uang untuk membiayai bisnis dan memperoleh sisanya sebagai keuntungan kita.
5.    Keahlian berinteraksi dengan manusia
Mendirikan suatu bisnis akan mewajibkan kita untuk berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai macam latar belakang. Ini adalah suatu keahlian bisnis yang akan memungkinkan bisnis semakin berkembang dan semakin sukses. Setiap pengusaha sukses mempunyai keahlian yang cukup baik dalam hal berinteraksi dengan manusia, dan jika tidak memiliki keahlian tersebut, mereka mempekerjakan orang lain untuk melakukannya.
Pengertian Bakat Khusus
Bakat (aptitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potential ability) yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut. Karena sifatnya yang masih potensial, bakat memerlukan ikhtiar pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis agar dapat terwujud (Utami Munandar,1992). Bakat berbeda dengan kemampuan (ability) yang mengandung makna sebagai daya untuk melakukan sesuatu, sebagai hasil pembawaan dan latihan. Bakat juga berbeda dengan kapasitas yaitu kemampuan yang dapat dikembangkan di masa yang akan datang apabila latihan dilakukan secara optimal (Conny Semiawan,1987).
Bakat adalah suatu kondisi atau serangkaian karakteristik dari kemampuan seseorang untuk mencapai sesuatu dengan sedikit latihan (khusus) mengenai pengetahuan, keterampilan, atau serangkaian respon (Dyke Bingham dalam Ny.Moesono, 1989). Bakat adalah kondisi dalam diri seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai kecakapan pengetahuan dan keterampilan khusus (Sarlito Wirawan Sarwono, 1979).
Bakat adalah tingkat kemampuan yang tinggi yang berhasil dicapai seseorang dalam keterampilan tertentu. (Tedjasaputra, 2003). Menampilkan bakat dibutuhkan motivasi kuat yang disebut minat, yakni kebebasan seseorang memilih segala sesuatu yang disukai, disenangi dan ingin dilakukan. (Gardner, 1993) mengganti istilah bakat dengan “kecerdasan“ yang berupa kecerdasan umum maupun kecerdasan khusus. Sedikitnya ada sembilan kecerdasan atau bakat yang mungkin dimiliki seseorang, yakni logical mathematical, linguistic/verbal, visual spatial, musical, bodily-kinesthetic, interpersonal, intrapersonal, natural, dan moral/ spiritual. Teori Gardner ini menjadi pegangan bahwa setiap orang memiliki bakat unik dan berbeda. Orang tidak dapat dipaksa berprestasi di luar bakat bakat khusus yang dimilikinya.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.    Bakat merupakan kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud.
2.                Bakat tidaklah diturunkan semata, tetapi merupakan interaksi dari faktor keturunan dan faktor lingkungan, artinya dibawa sejak lahir berupa potensi dan berkembang melalui proses belajar, dan memiliki ciri khusus.
3.    Orang yang berbakat dalam bidang tertentu diperkirakan akan mampu mencapai prestasi tinggi dalam bidang itu. Jadi prestasi sebagai perwujudan bakat dan kemampuan.
4.    Bakat mencakup ciri-ciri lain yang dapat memberi kondisi atau suasana memungkinkan bakat tersebut terealisasi, termasuk inteligensi, interes (minat), kepribadian, dan keterampilan khusus. “Bakat adalah suatu kapasitas untuk belajar sesuatu”. Arti kapasitas adalah potensi kemampuan untuk berkembang.

Jenis-Jenis Bakat Khusus
Bakat khusus (talent) adalah kemampuan bawaan berupa potensi khusus dan jika memperoleh kesempatan berkembang dengan baik, akan muncul sebagai kemampuan khusus dalam bidang tertentu sesuai potensinya. Klasifikasi jenis-jenis bakat khusus, yaitu:
1.    Bakat akademik khusus.
Bakat akademik khusus misalnya bakat untuk bekerja dalam angka-angka (numerik), seperti logika bahasa, dan sejenisnya.
2.    Bakat kreatif – produktif.
Bakat khusus dalam bidang kreatif-produktif artinya bakat dalam menciptakan sesuatu yang baru misalnya menghasilkan rancangan arsitektur baru, menciptakan teknologi terbaru dan lainnya.
3.    Bakat seni.
Bakat khusus dalam bidang seni, misalnya mampu mengaransemen musik dan sangat dikagumi, menciptakan lagu hanya dalam waktu 30 menit, mampu melukis dengan sangat indah dalam waktu singkat dan sejenisnya.
4.    Bakat kinestetik / psikomotorik.
Bakat khusus kinestetik/psikomotorik, misalnya bakat dalam bidang sepakbola, bulu tangkis, tenis, dan keterampilan tekink.
5.    Bakat sosial.
Bakat khusus dalam bidang sosial misalnya sangat mahir melakukan negoisasi, mahir berkomunikasi, dan sangat mahir dalam kepemimpinan.



BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
Entrepreneurship merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. Dari pandangan para ahli dapat disimpulkan bahwa entrepreneurship adalah kemampuan dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan sebagai dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan siasat, kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.
Keahlian kewirausahaan adalah kemampuan yang akan menyukseskan atau menggagalkan bisnis anda. Memiliki keahlian ini sejak dari awal akan mengurangi rintangan anda dalam memulai karir baru sebagai seorang pengusaha. Keahlian kewirausahaan harus dimiliki oleh seorang yang akan memulai suatu usaha, agar kegiatan usahanya teratur dan bisa berhasil.
3.2    Saran
Untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses, seseorang harus mengetahui terlebih dahulu bakat apa yang dimiliki sehingga dapat ditentukan jenis bisnis yang dapat dijalankan sesuai dengan bakat dan sesuai dengan bidang keahlian.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2016. Kewirausahaan.  Dalam https://www.coursehero.com/file/141 20008/KEWIRAUSAHAAN-SAP-8docx/. Diakses pada 11 Mei 2017
Anonim. 2016. Kewirausahaan. Dalam http://dokumen.tips/documents/kewira usahaan-566b0e819d3a1.html. Diakses pada 11 Mei 2017
Anonim. 2016. Entrepreneurship. Dalam http://teorionline.net/entrepreneurship/  Diakses pada 11 Mei 2017
Ayu. 2015. Kewirausahaan. Dalam http://ayuetikas.blogspot.co.id/2015/04/  kewirausahaan-sap-8.html. Diakses pada 11 Mei 2017

Novita, Intan. 2016. Kewirausahaan. Dalam http://intanjayanovita.blogspot.  co.id/2016/10/kewirausahaan-sap-89-10-2015.html. Diakses pada 11 Mei 2017

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "RMK MENENTUKAN JENIS BISNIS YANG SESUAI DENGAN BAKAT DAN KEAHLIAN"

Postingan Populer